Jumat, 16 Oktober 2015

Bimbel Bersama TFI
“Pengajaran BIMBEL di SD Palmerah 15 Pagi dalam Penerapan Mata Kuliah
Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”




Kelas     : LI 21
Dosen   : Bpk Hemawan
Waktu   : 9 Oktober 2015
Jam        :9.20-11.00         
Jumlah Peserta : 30
Lokasi : SDN Palmerah 15 Pagi
Anggota yang Hadir :
1. Albert Tanamas (1801387586)
2. Erwin Setiaputra (1801387056)
3. Calvin Sukmana (1801379262)
4. Jeisen Winata (1801390611)
5. Johan Davison (1801382710)
6. Juny Christina (180143279)
7. Raymond Anthonio (1801393241)
8. Ronald Tandi (1801382710)
Anggota yang Tidak Hadir : (tidak ada)

    



   



Dari kanan ke kiri, Calvin Sukmana; Johan Davidson; Ronald Tandi; Erwin Setia Putra; Raymond Antonio; Jeisen Winata; Albert Tanamas; Juny Christina.


Bagian isi
Dalam kelas pelajaran CB tentang kewarganegaraan yang lalu, dosen kami mengajarkan bahwa nilai dan norma dalam suatu bangsa sangat penting dan tergantung diri masing -  masing dalam memandang nilai dan norma tersebut. Nilai dan norma yang saya junjung berbeda dengan nilai dan norma pada masing –masing orang, semuanya tergantung lingkungan dan pandangan hidup kalian. Jadi banyak orang beranggapan nilai kejujuran sangat penting dan menjadi keutamaan dibanding nilai – nilai yang lain, sedangkan sebagian orang beranggapan nilai kedisiplinan lebih penting dibanding nilai kejujuran. Namun bagaimana pribadi kita masing – masing menanggapi perbedaan tersebut dalam kehidupan dan pergaulan dengan sesamanya adalah dengan bertoleransi dan menyesuaikan serta tidak memaksakan masing – masing nilai yang dipedomi.

Pada awalnya kami melakukan kegiatan pengajaran ini, H-1 kami melakukan persiapan untuk menyusun materi dan meeting point serta waktu janjian karena masih ada banyak anggota kelompok yang belum mengetahui lokasi tempat pengajaran. Tapi pada hari H beberapa anggota ada yang tidak tepat waktu dengan janji untuk meeting, walaupun ketelatan ini tidak berimplikasi pada ketelatan untuk mengajar, namun hal ini membuat koordinasi kami kacau dan beberapa dari kami sempat kesal dengan anggota tersebut karena adanya orang yang berpegang pada kedisiplinan waktu, tapi demi menjaga keakraban agar tidak ada masalah kedepannya kami meyakinkan orang tersebut agar tidak memaksakan nilai kedisiplinannya karena terkadang mungkin orang tersebut sibuk atau mengalami kendala sehingga tidak dapat datang tepat waktu, pengertian terhadap sesama membuat kami sejenak menghilangkan pandangan negatif terhadap orang yang tidak tepat waktu tersebut. Setelah lengkap kami baru jalan ke sekolah tersebut untung masih dapat datang sesuai janji pada sekolah tersebut walaupun sangat tipis waktunya yakni kita datang jam 9.15 padahal pengajaran dilakukan pada 9.20. Namun karena terburu-burunya kita tidak terlalu siap untuk menyiapkan susunan materi dan koordinasi antara kita masing – masing jadi kurang baik.

Ketika kita memulai kelas, suasana cukup kondusif mungkin dikarenakan murid – murid tertib karena respect mereka kepada kami diawal – awal. Dan kami melakukan pembukaan serta games terlebih dahulu di awal – awal dengan salah satu dari kami sebagai pengatur games di kelas. Setelah itu kami melakukan pembauran serta pengenalan pada murid – murid di awal kira – kira memakan waktu setengah jam. Setelah itu sisa waktu yang lumayan lama kami pakai dengan memberikan penjelasan singkat serta soal latihan yang seadanya karena materi yang kami siapkan tidak sesuai dengan standar yang mereka telah pelajari alhasil kami memakai lembar kerja soal mereka (LKS) sebagai pedoman kami di dalam memberikan soal, selain memberikan soal sebagian dari kami stand by di belakang untuk menjaga kondisi kelas agar tidak ribut serta membantu mereka yang ingin bertanya jikalau ada kesulitan pada soal yang kami berikan. Nyatanya hal ini sangat efektif karena banyak dari mereka mengerti setelah kami jelaskan secara personal.

Kinerja dari kelompok kami pada awal pertemuan ini, berdasarkan dengan evaluasi kegiatan sudah cukup baik, karena dari segi seragam kami telah memenuhi syarat. Adapun kekurangan yang kami lakukan adalah persiapan materi sebelum pengajaran dan koordinasi kelompok yang masih jauh dari yang kami ekspektasikan. Walaupun begitu, kami berhasil untuk melakukan pengajaran dalam anggota yang lengkap. Dalam survey dari sekolah, disarankan bahwa perlu adanya koordinasi yang lebih baik, terutama dalam hal berbicara agar tidak tertimpa dan membuat murid bingung dan suasana kelas ribut.

Bagian Penutup
Berikut adalah tabel evaluasi perbandingan pencapaian yang tim kami lakukan sebelum dan sesudah kegiatan pertama kami :

Sebelum
Sesudah
Tanggung jawab
-
Ya
Disiplin
-
Tidak
Toleran
-
Kurang
Peduli
-
Kurang
Kerja Kelompok
-
Kurang
Proaktif
-
Kurang
Kejujuran
-
Ya
Kesopanan
-
Ya
Adaptasi
-
Ya
Keramahan
-
Ya

Pencapaian yang kami harapkan dari anak didik kami melalui kegiatan ini adalah
-          Keaktifan
-          Kedisiplinan
-          Menghargai sesama
-          Menghormati sesama dan orang yang lebih tua
-          Menjalin pertemanan yang baik satu sama lain
-          Kepercayaan diri

Pencapaian yang dicapai oleh mereka adalah, mereka pada awalnya sangat kurang aktif, namun pada akhir kegiatan, pendekatan awal kami dan proses pembelajaran yang kami lakukan yaitu menuntut mereka untuk aktif. Kedisiplinan yang ada belum dapat dilihat secara nyata pada tahapan ini. Kondisi kelas, menunjukan kurangnya rasa menghargai sesama dan juga menghormati sesama, dimana ada beberapa perilaku deskriminatif oleh beberapa anak murid. Dari hal ini kamipun juga menyimpulkan bahwa hubungan antara sesama murid masih sangat kurang. Pada akhir pelajaran kepercayaan diri dari anak didik kami memperlihatkan peningkatan.


Yang ingin kami lakukan adalah kami bertujuan untuk lebih fokus untuk mencapai nilai nilai yang kami perhatikan masih kurang. Selain dari faktor nilai-nilai internal, kamipun sangat berharap untuk meraih pencapaian oleh anak didik kami terutama dalam kasus menjalin hubungan baik dengan orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar