“Pengajaran
BIMBEL di SD Palmerah 15 Pagi dalam Penerapan Mata Kuliah
Character
Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”
Kelas : LI 21
Dosen : Bpk Hemawan
Waktu : 9 Oktober 2015
Jam :9.20-11.00
Jumlah Peserta : 30
Lokasi : SDN Palmerah 15
Pagi
Anggota yang Hadir :
1. Albert Tanamas
(1801387586)
2. Erwin Setiaputra
(1801387056)
3. Calvin Sukmana
(1801379262)
4. Jeisen Winata
(1801390611)
5. Johan Davison
(1801382710)
6. Juny Christina
(180143279)
7. Raymond Anthonio
(1801393241)
8. Ronald Tandi
(1801382710)
Anggota yang Tidak Hadir
: (tidak ada)
Dari kanan ke kiri,
Calvin Sukmana; Johan Davidson; Ronald Tandi; Erwin Setia Putra; Raymond
Antonio; Jeisen Winata; Albert Tanamas; Juny Christina.
Bagian isi
Dalam kelas pelajaran CB
tentang kewarganegaraan yang lalu, dosen kami mengajarkan bahwa nilai dan norma
dalam suatu bangsa sangat penting dan tergantung diri masing - masing dalam memandang nilai dan norma
tersebut. Nilai dan norma yang saya junjung berbeda dengan nilai dan norma pada
masing –masing orang, semuanya tergantung lingkungan dan pandangan hidup
kalian. Jadi banyak orang beranggapan nilai kejujuran sangat penting dan
menjadi keutamaan dibanding nilai – nilai yang lain, sedangkan sebagian orang
beranggapan nilai kedisiplinan lebih penting dibanding nilai kejujuran. Namun
bagaimana pribadi kita masing – masing menanggapi perbedaan tersebut dalam
kehidupan dan pergaulan dengan sesamanya adalah dengan bertoleransi dan
menyesuaikan serta tidak memaksakan masing – masing nilai yang dipedomi.
Pada awalnya kami
melakukan kegiatan pengajaran ini, H-1 kami melakukan persiapan untuk menyusun
materi dan meeting point serta waktu janjian karena masih ada banyak anggota
kelompok yang belum mengetahui lokasi tempat pengajaran. Tapi pada hari H
beberapa anggota ada yang tidak tepat waktu dengan janji untuk meeting,
walaupun ketelatan ini tidak berimplikasi pada ketelatan untuk mengajar, namun
hal ini membuat koordinasi kami kacau dan beberapa dari kami sempat kesal dengan
anggota tersebut karena adanya orang yang berpegang pada kedisiplinan waktu,
tapi demi menjaga keakraban agar tidak ada masalah kedepannya kami meyakinkan
orang tersebut agar tidak memaksakan nilai kedisiplinannya karena terkadang
mungkin orang tersebut sibuk atau mengalami kendala sehingga tidak dapat datang
tepat waktu, pengertian terhadap sesama membuat kami sejenak menghilangkan
pandangan negatif terhadap orang yang tidak tepat waktu tersebut. Setelah
lengkap kami baru jalan ke sekolah tersebut untung masih dapat datang sesuai
janji pada sekolah tersebut walaupun sangat tipis waktunya yakni kita datang
jam 9.15 padahal pengajaran dilakukan pada 9.20. Namun karena terburu-burunya
kita tidak terlalu siap untuk menyiapkan susunan materi dan koordinasi antara
kita masing – masing jadi kurang baik.
Ketika kita memulai
kelas, suasana cukup kondusif mungkin dikarenakan murid – murid tertib karena
respect mereka kepada kami diawal – awal. Dan kami melakukan pembukaan serta
games terlebih dahulu di awal – awal dengan salah satu dari kami sebagai
pengatur games di kelas. Setelah itu kami melakukan pembauran serta pengenalan
pada murid – murid di awal kira – kira memakan waktu setengah jam. Setelah itu
sisa waktu yang lumayan lama kami pakai dengan memberikan penjelasan singkat
serta soal latihan yang seadanya karena materi yang kami siapkan tidak sesuai
dengan standar yang mereka telah pelajari alhasil kami memakai lembar kerja
soal mereka (LKS) sebagai pedoman kami di dalam memberikan soal, selain
memberikan soal sebagian dari kami stand by di belakang untuk menjaga kondisi
kelas agar tidak ribut serta membantu mereka yang ingin bertanya jikalau ada
kesulitan pada soal yang kami berikan. Nyatanya hal ini sangat efektif karena
banyak dari mereka mengerti setelah kami jelaskan secara personal.
Kinerja dari kelompok
kami pada awal pertemuan ini, berdasarkan dengan evaluasi kegiatan sudah cukup
baik, karena dari segi seragam kami telah memenuhi syarat. Adapun kekurangan
yang kami lakukan adalah persiapan materi sebelum pengajaran dan koordinasi
kelompok yang masih jauh dari yang kami ekspektasikan. Walaupun begitu, kami
berhasil untuk melakukan pengajaran dalam anggota yang lengkap. Dalam survey
dari sekolah, disarankan bahwa perlu adanya koordinasi yang lebih baik, terutama
dalam hal berbicara agar tidak tertimpa dan membuat murid bingung dan suasana
kelas ribut.
Bagian Penutup
Berikut adalah tabel
evaluasi perbandingan pencapaian yang tim kami lakukan sebelum dan sesudah
kegiatan pertama kami :
Sebelum
|
Sesudah
|
|
Tanggung
jawab
|
-
|
Ya
|
Disiplin
|
-
|
Tidak
|
Toleran
|
-
|
Kurang
|
Peduli
|
-
|
Kurang
|
Kerja
Kelompok
|
-
|
Kurang
|
Proaktif
|
-
|
Kurang
|
Kejujuran
|
-
|
Ya
|
Kesopanan
|
-
|
Ya
|
Adaptasi
|
-
|
Ya
|
Keramahan
|
-
|
Ya
|
Pencapaian yang kami harapkan dari anak didik kami melalui kegiatan ini adalah
-
Keaktifan
-
Kedisiplinan
-
Menghargai sesama
-
Menghormati sesama dan orang yang lebih tua
-
Menjalin pertemanan yang baik satu sama lain
-
Kepercayaan diri
Pencapaian yang dicapai oleh mereka adalah, mereka pada awalnya sangat
kurang aktif, namun pada akhir kegiatan, pendekatan awal kami dan proses
pembelajaran yang kami lakukan yaitu menuntut mereka untuk aktif. Kedisiplinan
yang ada belum dapat dilihat secara nyata pada tahapan ini. Kondisi kelas,
menunjukan kurangnya rasa menghargai sesama dan juga menghormati sesama, dimana
ada beberapa perilaku deskriminatif oleh beberapa anak murid. Dari hal ini
kamipun juga menyimpulkan bahwa hubungan antara sesama murid masih sangat
kurang. Pada akhir pelajaran kepercayaan diri dari anak didik kami
memperlihatkan peningkatan.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar