Bimbel Bersama
TFI 2
“Pengajaran
BIMBEL di SD Palmerah 15 Pagi dalam Penerapan Mata Kuliah
Character
Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”
Kelas : LI 21
Dosen : Bpk Hemawan
Waktu : 16 Oktober 2015
Jam :9.20-11.00
Jumlah Peserta : 30
Lokasi : SDN Palmerah 15
Pagi
Anggota yang Hadir :
1. Albert Tanamas
(1801387586)
2. Erwin Setiaputra
(1801387056)
3. Calvin Sukmana
(1801379262)
4. Jeisen Winata
(1801390611)
5. Johan Davison
(1801382710)
6. Juny Christina
(180143279)
7. Raymond Anthonio
(1801393241)
8. Ronald Tandi
(1801382710)



Dari Kiri Belakang: Juny, Jeissen, Albert, Johan, Calvin
Dari Kiri Depan: Raymond, Erwin, Ronald
Minggu ini tanggal 16 Oktober 2015 kami kembali mengajar di SDN 15 pada pagi hari jam 09.30. Seperti biasa , sebelumnya H-1 kami melakukan persiapan untuk menyusun
materi dan meeting point serta waktu janjian agar tidak terulang lagi kejadian seperti minggu lalu, tetapi ada dari anggota kami yang datang tidak sesuai dengan waktu yang sudah kami setujui bersama. Tapi pada hari H ada saja anggota yang tidak tepat waktu dengan janji untuk meeting, Walaupun tidak berdampak pada kegiatan mengajar kami tapi, ketelatan anggota tersebut menandakan bahwa kurangnya disiplin pada diri kami dan juga tidak lengkapnya anggota kami sehingga membuat ada yang ketinggalan informasi(tidak update informasinya). Tapi untuk menjaga suasana kami memaafkan keterlambatan teman kami sehingga kami bisa tetap kompak dan dengan suasana yang nyaman dalam mengajar anak didik kami.
Lalu kami pun akhirnya masuk ke kelas setelah bel istirahat berbunyi tepat pkl 09.30. Kami pun masuk ke dalam kelas dan bertemu kembali dengan anak-anak didik kami. Kami memulai dengan santai dan bertanya apakah mereka masih ingat dengan nama kami semua. Dan setelah di tes ternyata mereka masihh ingat!! Hehe kami memang sekumpulan orang orang yang susah untuk dilupakan. Lalu kami setelah itu kami pun memulai untuk masuk ke dalam materi pelajaran mereka. Setelah itu kami pun mulai mengajari pelajaran bahasa inggris kepada anak-anak. Kami mengajari dari arti kata terlebih dahulu karena itulah hal yang paling penting dari bahasa inggris, harus mengetahui setiap kata kata dalam kalimat tersebut. Lalu setelah masuk ke dalam materi, kami pun memulai bermain games untuk memecahkan suasana kembali. Kami membagikan anak-anak kertas yang dikertas tersebut ditulis kata-kata dalam bahasa Inggris yang bertema tentang mall/shopping ke dalam kertas. Lalu setiap anak harus mengartikan kata yang mereka dapat dalam kertas mereka.
Kinerja dari kelompok kami pada awal pertemuan ini, berdasarkan dengan evaluasi kegiatan sudah membaik, karena kami mulai mengenal anak-anak dan mulai kompak. Adapun kekurangan yang kami lakukan adalah koordinasi kelompok yang masih harus diperbaiki . Walaupun begitu, kami berhasil untuk melakukan pengajaran dalam anggota yang lengkap. Dalam survey dari sekolah, mereka menyarankan agar lebih teratur lagi dalam mengajar, terutama dalam hal berbicara agar tidak saling menyela dan membuat murid bingung. Masih banyak hal yang bisa kami tingkatkan lagi dalam mengajari mereka.
Bagian Penutup
Berikut adalah tabel
evaluasi perbandingan pencapaian yang tim kami lakukan sebelum dan sesudah
kegiatan pertama kami :
Sebelum
|
Sesudah
|
|
Tanggung
jawab
|
Ya
|
Kurang
|
Disiplin
|
Tidak
|
Kurang
|
Toleran
|
Kurang
|
Ya
|
Peduli
|
Kurang
|
Kurang
|
Kerja
Kelompok
|
Kurang
|
Ya
|
Proaktif
|
Kurang
|
Kurang
|
Kejujuran
|
Ya
|
Ya
|
Kesopanan
|
Ya
|
Ya
|
Adaptasi
|
Ya
|
Ya
|
Keramahan
|
Ya
|
Ya
|
Pencapaian yang kami harapkan dari anak didik kami melalui kegiatan ini
adalah
-
Keaktifan
-
Kedisiplinan
-
Menghargai sesama
-
Menghormati sesama dan orang yang lebih tua
-
Menjalin pertemanan yang baik satu sama lain
-
Kepercayaan diri
Dari segi keaktifan mulai terlihat ada sedikit perubahan, dari yang awalnya
tidak ada yang berani untuk mengajukan diri untuk terlibat dalam kegiatan
belajar, menjadi sangat aktif untuk terlibat langsung. Hal ini membuktikan
bahwa kami memberikan kontribusi yang cukup baik dalam hal ini. Selain itu pun
dengan teknik berani untuk maju walaupun salah, turut membangun rasa
kepercayaan diri dari anak didik. Kedisiplinan yang mulai timbul, karena saat
minggu lalu kami meminta mereka untuk membawa buku pelajaran, sebagian besar
anak didik membawa permintaan kami. Walaupun hal ini tidak berlaku secara keseluruhan,
dimana terdapat 6 anak yang tidak membawa buku pelajaran.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar